a). Prinsip Kerja CV Joint
Lekukan khusus dibuat pada dudukan bola baja yang pada
masing-masing arah memotong titik O dari titik pusat garis
penggerak dan poros penggerak yang selalu dihubungkan
pada pusat garis P dari masing-masing bola baja. Hasilnya
putaran poros penggerak adalah selalu identik dengan poros
yang digerakkan.
Gambar 54. Prinsip Kerja CV Joint
44
b). Panjang Poros Penggerak
Panjang poros penggerak kiri dan kanan dapat sama
maupun berbeda tergantung lokasi mesin dan transaxle.
Apabila poros penggerak panjangnya tidak sama, maka akan
mudah terjadi getaran yang menimbulkan bunyi dan kurang
nyaman. Hal itu diatasi dengan beberapa metode yang
antara lain dengan penggunaan dynamic damper type,
hollow shaft type dan intermidiate shaft
(1). Dynamic damper type
Tipe poros penggerak ini mempunyai dynamic damper yang
dipasangkan pada bagian tengah poros yang panjang.
Dynamic damper dipasangkan pada poros penggerak
melalui bantalan karet. Saat poros penggerak bergetar atau
terpuntir maka damper yang diberikan cenderung ntuk
berputar pada kecepatan konstan, sehingga bantalan karet
menyerap getaran dan puntiran.
Gambar 55. Konstruksi Poros Penggerak dengan dynamic damper
(2). Hollow shaft type
Gambar 56. Konstruksi Poros Penggerak Tipe Berlubang
45
Gambar 57. Poros Penggerak Depan Hollow Shaft Type
(3). Intermediate shaft type
Poros penggerak tipe ini digunakan pada kendaraan yang
perbedaan jarak dua poros penggeraknya besar.
Gambar 58. Poros Penggerak Depan dengan Intermediate Shaft
Kendaraan yang perbedaan jarak dua poros penggeraknya
besar, sistem kemudinya menjadi tidak stabil dan mudah
memuntir. Pada saat akselerasi, bagian depan kendaraan
akan terangkat dan sudut joint poros menjadi besar,
Poros Kiri (biasa)
Sisi differential Sisi roda
Poros Kanan (hollow)
Sisi roda Sisi differential
Hollow/ berlubang
Poros Kanan
Intermediate Shaft
46
sehingga momen yang ditimbulkan menyebabkan roda tidak
stabil dan sulit untuk dikendalikan.
Gambar 59. Poros Penggerak Depan Tanpa Intermediate Shaft
Salah satu usaha untuk membuat roda stabil akibat
perbedaan panjang poros, maka dipasangkan intermediate
shaft sehingga poros penggerak kiri dan kanan menjadi
sama panjang. Dengan metode ini sudut joint 1 dan 2 akan
sama, sehingga momen yang disebabkan aksi dari roda
depan diimbangi dan kendaraan menjadi stabil dan berjalan
lurus.
Gambar 60. Poros Penggerak Depan